| Menurunkan kadar gula darah sampai batas normal, dapat menghindari komplikasi diabetes. Caranya dengan mengatur pola makan, olahraga dan obat & insulin. | |
Diabetes mellitus atau kencing manis adalah suatu penyakit yang disebabkan tingginya kadar gula dalam darah secara terus-menerus dalam jangka waktu lama, dapat menyebabkan komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular yang berujung pada gangguan penglihatan (retinopati) karena katarak dan glaucoma, gagal ginjal (nefropati), kaki diabetes, gangguan jantung dan stroke. Penyakit ini sering tidak menimbulkan gejala serius. Penderita umumnya hanya mengalami sering buang air kecil, sering merasa haus dan lapar. Sehingga, banyak penderita yang tidak pergi ke dokter, sampai akhirnya mereka mengalami komplikasi. | |
| Sebab itu memeriksakan kadar gula darah penting untuk mendiagnosa penyakit ini lebih dini. Apalagi bila usia sudah diatas 40 tahun. | |
Ada dua kadar gula darah yang harus diperiksa; yaitu kadar gula darah puasa (sebelum makan) dan kadar gula darah 2 jam setelah makan. Jika kadar gula darah puasa (sebelum makan/sewaktu) menunjukkan lebih dari 126 mg/dl dan kadar gula darah 2 jam setelah makan lebih dari 200 mg/dl, bisa dipastikan diabetes mellitus. Bisa juga dengan memeriksa kadar HbA1c, yaitu rata-rata kadar gula dalam 3 bulan terakhir.
Turunkan Kadar Gula Darah
Penyakit Diabetes adalah penyakit menahun. Disebut diabetes tipe 2, bila kondisi belum parah karena tubuh masih menghasilkan insulin. Disebut Diabetes tipe 1, bila tubuh (pankreas) sudah tidak bisa memproduksi insulin sehingga harus “disuplai” dari luar. Sejauh ini belum ada obat yang dapat menyembuhkannya. Jika tanpa komplikasi, umumnya penderita bisa seperti orang normal, dapat bekerja dan beraktivitas seperti biasa. Yang ditakutkan adalah bila sampai terjadi komplikasi, yang sangat erat kaitannya dengan kadar gula dalam darah. Semakin tinggi kadar gula dalam darah, semakin besar risiko terjadi komplikasi.
Menurunkan kadar gula darah puasa dan sewaktu, sama pentingnya untuk mencegah komplikasi diabetes. “Tetapi, yang terpenting adalah rata-rata gula darah selama tiga bulan harus tetap bagus. Hal itu dimanifestasikan dalam pemeriksaan HbA1C,” ujar Prof.Dr.Slamet Suyono Sp.PD-KEMD, Guru Besar FK Universitas Indonesia. Gula darah terkendali, jika kadar HbA1C antara 6,5-7%. Kalau kadar gula darah bisa dikendalikan mendekati normal, maka komplikasi tidak terjadi.
Pola Makan dan Olahraga
Supaya kadar gula darah bisa turun/normal, penderita harus menjaga pola makan dan melakukan aktifitas fisik. Dengan mengurangi makan, kadar gula darah akan membaik. Dalam pengaturan diet yang terpenting adalah mengatur jumlah kaloro yang masuk. Ini berarti jumlah karbohidrat, lemak dan protein harus dikurangi / seimbang.
Selama ini, yang menyebabkan orang menjadi gemuk adalah over(kelebihan) kalori. “Maka, jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh harus dibatasi,” ujar Prof. Slamet. Persentasinya: karbohidrat sebanyak 60-70%, lemak 20-30% dan protein 15%.
Lemak memiliki kandungan kalori yang tinggi, yaitu sekitar 9 kkal, sedangkan karbohidrat dan protein mengandung kalori 4 kkal. Karena itu penurunan konsumsi lemak akan sangat berpengaruh. Terutama lemak jenuh, yang biasanya terdapat pada minyak sayur yang telah berkali-kali digunakan. Paling baik adalah monounsaturated fatty acid (MUFA), yang terdapat padaminyak zaitun. MUFA juga dapat melindungi jantung.
Karena penyebab diabetes adalah kegemukan, harus usahakan untuk menurunkan berat badan dengan mengurangi kalori secara keseluruhan. Penurunan tidak boleh secara drastis, sebaiknya secara gradual. Dulu, ada anggapan bahwa penderita harus menurunkan berat badan sampai berat badan ideal. Tapi itu sulit dilakukan. Kalau, misalnya, berat badan adalah 100 kg, sementara berat badan ideal adalah 45, maka penderita akan sulit mencapainya. Sekarang, targetnya lebih realistis. Yaitu dengan menurunkan berat badan 5-10% dalam enam bulan. Jika hal ini bisa tercapai, efeknya akan besar sekali. Gula darah, kolesterol dan tekanan darah bisa turun.
Perlu Terapi Lebih Agresif
Umumnya, penderita diabetes yang baru pertama datang ke dokter penyakit dalam, akan dianjurkan diet, memperbanyak olahraga dan diberi obat diabetes seperti metformin. Tetapi jika kadar gula darah belum turun seprti yang diharapkan, penderita biasanya diberi terapi kombinasi dengan obat lain. Atau, diberi insulin sedini mungkin.
Penelitian menunjukkan, pemberian insulin lebih awal tidak hanya meningkatkan kontrol kadar gula darah, tetapi juga mencegah atau menunda hilangnya fungsi sel beta (penghasil insulin). Dalam beberapa kasus, ada kemungkinan sembuh jika diabetes diobati secara dini. Misalnya, orang kegemukan yang resistensi insulin bisa sembuh setelah menurunkan berat badan dan rajin mengontrol kadar gula darah.
Antioksidan
Salah satu hipotesis yang berlaku saat ini mengenai komplikasi diabetes, adalah adanya proses stres oksidasi. Yaitu, meningkatnya radikal bebas dalam tubuh, sementara antioksidan yang dihasilkan oleh tubuh berkurang. Dengan adanya proses stres oksidasi, terjadi berbagai kerusakan sel sampai pada tingkat DNA. Untuk itu tubuh memerlukan suplemen antioksidan.
Antioksidan secara alami dapat diperoleh dari vitamin C, vitamin E dan karotenoid (bahan pembentuk vitamin A), yang banyak terdapat pada sayuran dan buah-buahan. Terutama buah yang berwarna pekat, seperti: hijau, kuning, oranye, ungu dan merah. Vitamin tersebut mampu mencegah oksidasi lemak, sehingga sangat sedikit radikal bebas yang terbentuk dan bereaksi dengan sel-sel tubuh kita. Dengan demikian, proses penuaan dapat dihambat. Antioksidan juga bisa didapatkan dari teh hijau.
Disadur dari OTC DIGEST edisi 35.tahun III.9 Juli-8 Agustus 2009












